ICAL MANDALA: Press Release – Terlambat Kusadari

Ical patut mendapatkan pujian kali ini. Single kedua nya yang berjudul Terlambat Kusadari adalah hasil eksplorasi musikalitas dirinya. Nuansa lagu yang fresh dan balut musik yang pas menjadikan single ini sangat mudah untuk dinikmati. Walau awalnya dia suka nge-rap namun bernyanyi adalah yang membuatnya happy. Terlambat Kusadari memang sebuah penyesalan mendalam yang dialaminya namun tetap membakar semangatnya untuk berkarya.

get the fulltrack download or streaming on:

Social Media:

KRIPIK PEUDEUS: Press Release – Idioritma

kripik peudeus press release idioritma

Simak “Idioritma” album kedua band Kripik Peudeus dari Jakarta! Beranggotankan DFMC (vocal & guitar), Dey-V E (vocal), Gusse (drum), LMT (guitar) dan Ibong (bass), mereka karakter yang sama sejak
“Rockin’ Da Rap Empire”, album pertama band beraliran Rock & Rap ini dirilis delapan puluh enam bulan yang lalu.

Masih dengan bendera Sirkus Rekord, “Idioritma” hadir dengan single perdana “Tiba Waktuku” lagu tentang akhir pasti perjalanan hidup yang tak terhindarkan. Interprestasi visual bernuansa rough dihadirkan dari video garapan sutradara Oki “OksBangs” dan tim dari AnginRibut untuk melengkapi.

Tentunya tidak hanya itu, karena track yang lain juga bicara banyak tentang mencari jati diri dalam “Satire“, tindak kekerasan yang diungkap lewat “Kotak Pos 10000“, sampai sensai kecanduan dalam “Adiksi“. Merasa belum cukup hanya dengan eksplorasi tema, kolaborasi dengan beragam musisi juga dilakukan. Dengarkan alunan sax Wawan (ex Jun Fan Gung Foo) dalam “Karpet Merah” lagu tentang fenomena kacang lupa kulitnya dan permainan biola Jonny yang kerap mengikuti beberapa pertunjukan orkestra dalam “Ballerina“, penggambaran betapa keindahan dan kesaktian seringkali tidak dapat dipisahkan! Keterlibatan Adi”Cumi” vokalis Fable. Cody dari TheVamps dan grup Jamaica Cafe turut memperkaya rilisan ini.

Tetap dengan benang merah “Rock & Rap” yang terjaga, “Idioritma” adalah rangkuman pemikiran dan kejadian yang berlangsung selama album ini dikerjakan, karya kedua yang jadi penantian – Layolretropus – mereka yang mendukung, mensupport sejak awal kemunculan Kripik Peudeus dan buah usaha para personil yang kini kembali mewarnai permusikan di Tanah Air!