PAPYRUSS: Press Release – Godsend (Album)

Perjalanan panjang serta kegigihan Pepep (Feby Andes), Fey (Ferry Fajrian), Zulfan (Zulfan Chaidar) dan Mamet (Abdul Somad) yang tergabung dalam group Papyruss berkiprah dari satu kompetisi ke festival band lainya telah membuat mereka merasa jenuh dan memutuskan untuk masuk ke dapur rekaman. GODSEND (anugerah) adalah judul album perdana Papyruss. Album yang berisikan total 8 buah lagu lagu yang sangat patut disimak pencinta musik Indonesia ini bernuansa Pop – Rock dan sangat dinamis seperti; lagu berjudul Masa Indah, Jangan Merasa Hebat, Salahkah Mencintaimu, Godsend. Beberapa lagu juga bernuansa Pop seperti lagu berjudul Masih Bersama, Perbedaan, Yakini Saja. Sebagai single perdana nya Papyruss menampilkan lagu berjudul “Hanya Satu” ciptaan Feby Andes. lagu tersebut menceritakan kisah cinta yang tulus kepada seseorang yang tidak akan tergantikan. Walau mungkin manusia akan banyak mengalami kisah cinta namun menurut Pepep pasti akan ada satu cinta yang paling murni dan tulus. Romantis!

Salam Musik Indonesia!

GODSEND – track list:
01 Salahkah Mencintai
02 Masa Indah
03 Hanya Satu
04 Jangan Merasa Hebat
05 Yakini Saja
06 Perbedaan
07 Godsend
08 Masih Bersama

get the fulltrack download or streaming on:

Social Media:

KRIPIK PEUDEUS: Press Release – Idioritma

kripik peudeus press release idioritma

Simak “Idioritma” album kedua band Kripik Peudeus dari Jakarta! Beranggotankan DFMC (vocal & guitar), Dey-V E (vocal), Gusse (drum), LMT (guitar) dan Ibong (bass), mereka karakter yang sama sejak
“Rockin’ Da Rap Empire”, album pertama band beraliran Rock & Rap ini dirilis delapan puluh enam bulan yang lalu.

Masih dengan bendera Sirkus Rekord, “Idioritma” hadir dengan single perdana “Tiba Waktuku” lagu tentang akhir pasti perjalanan hidup yang tak terhindarkan. Interprestasi visual bernuansa rough dihadirkan dari video garapan sutradara Oki “OksBangs” dan tim dari AnginRibut untuk melengkapi.

Tentunya tidak hanya itu, karena track yang lain juga bicara banyak tentang mencari jati diri dalam “Satire“, tindak kekerasan yang diungkap lewat “Kotak Pos 10000“, sampai sensai kecanduan dalam “Adiksi“. Merasa belum cukup hanya dengan eksplorasi tema, kolaborasi dengan beragam musisi juga dilakukan. Dengarkan alunan sax Wawan (ex Jun Fan Gung Foo) dalam “Karpet Merah” lagu tentang fenomena kacang lupa kulitnya dan permainan biola Jonny yang kerap mengikuti beberapa pertunjukan orkestra dalam “Ballerina“, penggambaran betapa keindahan dan kesaktian seringkali tidak dapat dipisahkan! Keterlibatan Adi”Cumi” vokalis Fable. Cody dari TheVamps dan grup Jamaica Cafe turut memperkaya rilisan ini.

Tetap dengan benang merah “Rock & Rap” yang terjaga, “Idioritma” adalah rangkuman pemikiran dan kejadian yang berlangsung selama album ini dikerjakan, karya kedua yang jadi penantian – Layolretropus – mereka yang mendukung, mensupport sejak awal kemunculan Kripik Peudeus dan buah usaha para personil yang kini kembali mewarnai permusikan di Tanah Air!